NGOPILSAFAT

 Notulensi Diskusi Sekolah Filsafat Averroes

Oleh : Jiah Paujiah
NIM : 201520037
Kelas: BKI-1A

Assalamu'alaikum wr.wb

Saya kembali menulis lagi nih hehehe

Ini sebenarnya seminar sih dan jika saya ikutserta Insya Allah saya bisa mendapatkan bonus nilai 3 poin dari dosen saya, lumayan yakan? hehehe

Sebelum saya menyampaikan isi seminar, saya akan sedikit bercerita tentang  bagaimana proses mengerjakan tugas ini.

Yang mau lihat isi materinya langsung juga gapapa hehehe, tapi usahakan baca proses pengerjaannya dulu ya.

Seminarnya itu dimulai pada pukul 20:00 WIB. 30 menit sebelum dimulai, saya makan malam dulu karena biasanya kalo mau belajar terus belum makan, saya sulit memahami materinya. Ada yang sama nggak sih? hehe. Nah, setelah itu saya sholat isya dan saya berdoa kepada Allah Swt agar seminarnya bisa berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan apapun. Ketika sudah di share link zoom nya, saya join dengan cara mengklik link tersebut, ternyata participant nya dibatasi sanpai 100 saja. Dan saya tidak bisa mengikuti seminar itu lewat zoom. Dan diarahkan untuk ikut live streaming di instagram dan facebook. Dan sinyal di daerah rumah saya waktu itu malah gangguan, akhirnya saya tidak bisa ikutserta dalam acara seminar tersebut. Saya terus ngotak-ngatik pengaturan data seluler sampai jam 21.00 WIB masih belum bisa juga. Daripada terus-terusan pantengin sinyal dan tidak ada hasil sama sekali, saya memutuskan untuk mengerjakan tugas resume yang lain. Semoga aja nanti ada di igtv nya.

Pas jam 04.30 dan tanggal sudah berganti, saya mengecek ig @sf_averroes. Dan ternyata live streaming yang semalam itu dijadikan igtv dong. Alhamdulillah saya masih bisa mendengarkan materi yang udah disampaikan malam rabu itu. Saya download igtv itu terlebih dahulu dan diputar pada jam 05.00 - 06.30. Durasinya sih 2 jam, tapi 30 menitnya itu tentang sesi tanya jawab.


NGOPILSAFAT

Kitab Al-Tahshil : Bahmanyar, Logika dan Filsafat

Moderator : Robi Sugara
Pemateri    : Kang Muhaimin ( Direktur Eksekutif Sekolah Filsafat Averroes )



Awal Pertemuan Bahmanyar dengan Ibnu Sina

Awal pertemuannya dengan Ibnu Sina itu ketika Bahmanyar masih kecil. Jadi ketika itu Bahmanyar bekerja di kedai roti walaupun dia anaknya pangeran kerajaan Pajandaran tapi dia tinggal di kedai roti karena habis ekspansi.
Pemilik kedai roti itu ngomong gini ke Bahmanyar :
"Bahmanyar, coba ambilin api sana". Dibawalah api
"Eh pake tempat bawa apinya". Sedangkan api kan panas.
"Bawa pake apa? ember enggak ada apa enggak ada. Pake apa?".
Dia ternyata dia membawa api itu pake pasir. Jadi pasir itu digenggam dan ditaroin api, baru dibawa ke tempat pembakaran roti. Disitu Ibnu Sina tersenyum, karena pas waktu di kedai roti itu ada Ibnu Sina.

Kata Ibnu Sina "Anak siapa ini, cerdas sekali. Alangkah sayangnya jika anak cerdas ini tersia-siakan. Serahkan aja Bahmanyar ini kepada saya. Aku berjanji akan mendidiknya menjadi orang terkemuka di masa depan". Bahmanyar ini di jamin masa depannya oleh Ibnu Sina. Karena Bahmanyar sudah mengerti Ilmu Pengetahuan Alam dimana pasir itu bisa menahan panas.

Bahmanyar itu tau karena dia senang baca sekalipun Bahmanyar ini dari agama zoroaster, tapi di akhir hayat dia menjadi muslim.Nah, itulah awal pertemuan Bahmanyar dengan Ibnu Sina.

Kitabu tahshil dikatakan hanya ringkasan sekalipun 3 jilid. Kitab pertama itu membahas tentang logika, yang kedua tentang metafisika dan yang ketiga itu adalah tentang ilmu jiwa.
Bahmanyar meyakini bahwa segala sesuatu itu berubah sebagaimana badan maka diri manusaia pun semenit yang lalu bukan diri manusia yang sekarang. Karena semua itu berubah, tidak ada aliran-aliran yang sama. 

Filsafat

Bahmanyar tetap bersikeras bahwa yang mati itu adalah jiwa nabati. Jiwa manusia itu satu, tidak berjenis kelamin. Jiwa menurut Bahmanyar dengan Ibnu Sina itu berbeda. Menurut Ibnu Sina, ada jiwa nabati, jiwa hewani dan jiwa rasional. Ibnu Sina tau 3 jiwa ini melalui induksi pola pikir argumentasi istiqro dan bisa juga melalui nafi isbath (Negasi/afirmasi).

Pengetahuan konsep jiwa 3 ini berasal dari Aristoteles diikuti oleh para pengikut seperti Ibnu Sina, Ibnu Thufail dsb kecuali sulohwadrih dan malasodroh.
Di buku Aristoteles ada 3 jiwa, yaitu :
1. Jiwa tumbuhan ( Rendah )
2. Jiwa hewan ( Sedang )
3. Jiwa rasional ( Tinggi )

Menurut filsafat lain, ada jiwa yang paling rendah dari tumbuhan, yaitu jiwa Ma'adit atau jiwa tambang.
Jiwa menurut Bahmanyar itu terbagi menjadi :
1. Jiwa Falakiyah ( Jiwa bintang-bintang / jiwa-jiwa planet )
2. Jiwa Nabatiyah ( Jiwa tumbuhan )
3. Jiwa Hawaniyah ( Jiwa hewan )
4. Jiwa Insaniyah

Menurut Bahmanyar, tujuan dari filsafat itu adalah Ma'rifatu Maujuudan ( mengetahui wujud-wujud ) dan membedakan antara mana yang wujud dan mana yang tidak wujud. Bagian wujud itu ada yang materi dan ada yang non materi. Jadi filsafat itu mengkaji sebuah keberadaan tentang ada dilihat dari sudut ada. Maksudnya yang ada ini, segala sesuatu yang ada apapun itu semua yang ada itu ada. Filsafat dikatakan juga sebagai ilmu tertinggi.

Pengetahuan itu ada 2, yaitu hudhuri (secara langsung masuk ke dalam diri kita tanpa perlu belajar) dan hushuli (harus belajar dulu).

Filsafat tidak dikatakan ilmu tertinggi temanya masih perlu dikaji lagi oleh pengetahuan yang lain. Dan yang mengkaji semua objek itu adalah filsafat. Dan filsafat tidak membutuhkan ilmu yang lain untuk menjelaskan dirinya. Filsafat dikatakan ilmu tertinggi itu dikarenakan ilmu filsafat itu tidak membutuhkan penjelasan dari pengetahuan yang lain. Jadi, filsafat menjadi ibunya ilmu karena mengkaji pengetahuan-pengetahuan untuk dibawahnya.

Ada, itu bisa ditinjau dari 2 sisi yaitu ada seperti spesies dan ada sebagai perkara-perkara yang umum.

Ada ditinjau dari spesies, itu ada 2 pengetahuan yaitu tentang keniscayaan keberadaan dan kemungkinan keberadaan.

Dari luwujud itu terbagi menjadi 2, ada yg berdiri sendiri dan ada yang menempel
Yang berdiri sendiri itu adalah substansinya, seperti :
1. Akal, yaitu sesuatu yang diluar diri kita. Akal disini itu 'Ruh' jadi bukan akal mikir
2. Jiwa
3. Materi dasar penciptaan alam semesta
4. Jisim (badan)
5. Bentuk jisim

Yang menempel ada 9, yaitu :
1. Kualitas
2. Kuantitas
3. Relasi
4. Waktu
5. Ruang
6. Posisi
7. Kepemilikannya siapa
8. Pekerjaan apa
9. Reaksi

Mungkin hanya ini saja yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat ya.
Kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum wr.wb

Komentar